• Beranda
  • Hitung
  • Info
  • Tentang
Kembali
BerandaHitungInfoTentang

Esai Militer

Pembelajaran interaktif penulisan esai (caserdik Seskoad): pengertian, struktur baku, kaidah penulisan, dan daftar periksa penilaian.

Apa itu esai?

Esai (KBBI — bukan essay) adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulis. Berisi opini/argumen penulis tentang suatu topik.

Mengapa perwira perlu menulis?

  • Sumber literasi bagi generasi TNI selanjutnya.
  • Membukukan pengalaman berharga agar tidak hilang.
  • Aktualisasi diri dan menuangkan gagasan & kreativitas.
  • Memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan.
  • Menebarkan kebaikan — “Verba volant, scripta manent” (yang diucapkan musnah, yang ditulis abadi).

Jenis esai (sesuai maksud & tujuan)

Ekspositori
Menjelaskan/menginformasikan suatu hal dengan penjelasan logis dan landasan kuat.
Persuasi
Meyakinkan pembaca atas gagasan dengan pembuktian yang meyakinkan.
Argumentasi
Menyampaikan pendapat disertai argumen yang efektif dan berbukti.
Sebab–Akibat
Menganalisis hubungan sebab dan akibat dari suatu persoalan.
Perbandingan
Menemukan persamaan & perbedaan antara dua objek yang dibandingkan.
Tinjauan
Mengevaluasi suatu karya (mis. buku/film); bisa formal atau informal.
Riset
Menelusuri karya/tulisan orang lain dan membandingkannya dengan pemikiran sendiri.
Literatur
Mengeksplorasi & mengonstruksi makna dari sebuah karya sastra.

Kerangka esai militer tersusun Pendahuluan → Pembahasan → Penutup. Ketuk tiap bagian untuk membuka rincian alinea dan contoh kalimatnya.

Pendahuluan

La–Id–Ting–Lai

Empat alinea: Latar belakang, Identifikasi masalah, penTingnya, niLai guna.

  • Narasikan latar belakang masalah: kesenjangan antara harapan & kenyataan terhadap variabel judul. Definisikan variabel (lihat TOR).

    Contoh kalimat
    “Dihadapkan dengan…, diharapkan…, namun pada kenyataannya…”

Ketentuan Penulisan

Jumlah kata
Esai pendek 500–1.500 kata; extended essay 1.500–4.000 kata.
Kalimat (SPOK)
Tersusun Subjek–Predikat–Objek–Keterangan; 18–24 kata per kalimat.
Paragraf efektif
Minimal 5 kalimat: kalimat topik → penjelas → pengembang → kesimpulan. Satu paragraf = satu pokok pikiran.
Tata letak
Tulisan mendatar dari kiri ke kanan; paragraf baru menjorok (TAB); hindari tulisan menggandul.
Kelengkapan
Sampul, isi, mind mapping (alur pikir), daftar pustaka, dan sitasi.

Kalimat Efektif

Bandingkan: tulis hemat kata, tidak bertele-tele.

✕Tomi pergi ke kelas, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan.
✓Tomi pergi ke kelas, kemudian ke perpustakaan.
✕Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik.
✓Makalah ini membahas teknologi fiber optik.

Sitasi / Kutipan

Running notes (catatan perut)
Dipakai saat mengutip beberapa bagian referensi sebagai landasan teori/penguat pendapat.
Foot note (catatan kaki)
Menunjukkan sumber kutipan/penjelas. Singkatan lazim: Ibid, Op.Cit., Loc.Cit. Minimal 10 (5 website, 3 jurnal, 2 buku).
In note
Kutipan langsung di awal kalimat: nama penulis, tahun, nomor halaman.
End note
Kutipan langsung di akhir kalimat dalam kurung: (nama, tahun, halaman).
Contoh foot note
Samsul Nizar, Dasar-Dasar Pendidikan Islam (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2011) h. 27.
Kesiapan Naskah
0%
0/10 kriteria terpenuhi

Centang sebagai bahan koreksi mandiri sebelum naskah dikumpulkan. Status tidak tersimpan.